Budidaya Azolla sebagai pupuk hijau

Budidaya Azolla sebagai pupuk hijau

Sebelum kita membahas cara budidaya Azolla, ada baiknya kita kenal dulu apa Azolla Microphylla itu. Oh iya, sebelum kelupaan, artikel disini adalah sekelumit dari postingan yang ada di blog D’Kwek, bila ingin membaca secara panjang lebar dan lengkap, silahkan meluncur ke sini : Budidaya Azolla

Sekadar informasi, Azolla adalah satu-satunya genus paku air yang mengapung dari suku Azollaceae (yang ini asli modal copas hehe, soalnya dulu belajar Biologi banyakan lupa hapalannya). Biasanya dia akan bersimbiosis dengan bakteri biru-hijau bernama Anabaena Azollae, yang kemudian mengikat nitrogen langsung dari udara. Selain itu, nilai nutrisi yang terkandung di dalamnya terdiri dari kadar protein tinggi antara 24-30%, kadar asam amino essensialnya, terutama lisin 0,42%, lebih tinggi jika dibandingkan dengan konsentrat dedak, jagung, dan beras pecah. Itulah sebabnya mengapa Azolla Sp. begitu potensial sebagai pupuk hijau dan memberikan hasil panen yang tinggi. Umumnya tingkat laju pertumbuhan tanaman Azolla pada kondisi optimal bisa mencapai 35% setiap harinya.

Selain untuk pupuk hijau, Azolla juga bisa dimanfaatkan untuk pakan ikan.

Setelah mengerti sedikit-sedikit tentang Azolla Microphylla, dan ternyata budidayanya juga ga terlalu sulit bin ribet, eng ing eng… akhirnya datang jugalah si AzoMic ini ke rumah kami tanggal 14 Juli lalu. Kondisinya saat itu sebagian masih segar dan hijau, sebagian lagi sudah mulai coklat, mungkin karena stress setelah melalui perjalanan jauh lewat udara.

Cara Budidaya Azolla

Tempat budidaya Azolla:

Cukup menggunakan wadah kotak plastik, box kayu, atau kolam terpal buatan sendiri, yang penting nggak mudah lapuk. Kalau punya lahan, bisa pakai kolam tanah. Bagi yang pakai kolam non-tanah, kalau bisa dibuat juga water level untuk kontrol air. Ini sangat berguna ketika musim hujan karena air di dalam kolam akan penuh. Dengan adanya kontrol air, air akan keluar secara otomatis jika melewati batas level ketinggian. Caranya cukup buat saja lubang dua atau tiga buah di dinding kolam.
Saya sendiri menggunakan kotak kayu berlapis plastik, bekas kolam ikan laga alias ikan Cupang (kalau di Medan nyebutnya ikan laga).

Media Budidaya Azolla:

Saya menaburkan kompos + pupuk kandang (sesuai saran), baru diisi air. Sebenarnya lebih banyakan komposnya sih, pukannya cuma sedikit. Airnya yang saya gunakan air kolam ikan yang agak hijau.

Awalnya karena saya belum terlalu paham, saya masukkan kompos dan pukannya kira-kira saja, tapi ternyata mungkin kurang tebal dan airnya terlalu tinggi (karena tadinya tinggi air boleh antara 5cm-20cm). Lalu supaya hemat tempat, saya pikir jika dibuat bertingkat jadinya lebih praktis, karena kebetulan wadahnya memang bertingkat, jadilah seperti gambar di bawah ini hihi…
azollaspora

azollasampai

Ini tampilan AzoMic dari dekat saat sampai, setelah ditebar di kolam.
azollazoom

And then…. taraaa… seminggu kemudian AzoMicnya sudah mulai menyebar banyak di tiga kolam (saya buat 3 kolam). Lalu semakin hari semakin banyak, makin memenuhi permukaan kolam, sampai sekarang. Sebagian sudah ada juga yang menebal dan mulai bertumpuk. Kalau saya perhatikan, proses penyebarannya dari mulai setengah bagian kolam sampai seperti foto di kolam 1 bawah ini, cuma sekitar 3 hari. Lumayan cepat saya pikir. Untuk kolam 3 memang masih sedikit karena saat itu yang ditebar memang sedikit juga, sementara yang mati banyak. Di bawah ini adalah foto per tanggal 31 Juli 2012 yang saya ambil sore hari.
kolamazolla

Dari cerita-cerita yang panjang ini, sebenarnya kesimpulannya sangat singkat huhuhu…banyakan curhatnya ya…Berdasarkan yang saya alami, AzoMic ini ternyata memang suka sekali media dan air yang kaya nutrisi. Sebisa mungkin tambahkan nutrisi berupa lumpur kurasan air kolam ikan atau pupuk P.

Kesimpulan Budidaya Azolla

Untuk poin pentingnya (ini khusus sharing pengalaman budidaya di kolam kecil):

  • Usahakan media kompos dan pupuk kandangnya setinggi minimal 5 cm, bisa ditambah pakai tanah. Pukan kambing lebih bagus lagi kalau ada.
  • Usahakan tinggi airnya minimal 20cm atau tidak lebih dari 30cm dari media
  • Menggunakan air kolam ikan hasilnya lebih efektif dibandingkan air biasa karena sudah kaya dengan nutrisi, tapi air biasa juga ga masalah selama asupan nutrisi cukup
  • Diletakkan di tempat yang kena cahaya matahari langsung lebih efektif, tapi jangan terlalu panas
  • Penambahan nutrisi secara berkala akan membuat penyebarannya lebih banyak dan bertumpuk
  • Jika ada, tambahkan lumpur hijau dari dasar kolam saat kita menguras kolam ikan kita
  • Penambahan pupuk P juga lebih bagus lagi (cuma yang ini saya belum coba, nanti mau coba juga)

Sekali lagi, artikel diatas merupakan sekelumit cuplikan dari blog D’Kwek. Bila anda belum puas, dan masih ingin membaca lebih lanjut, silahkan diteruskan kesini : D’Kwek Blog

One Comment

  1. sedia azolla bandung – jawa barat

    kegunaan azolla :
    – penghijau dan pendingin kolam ikan, sawah, kolam terpal, kolam air mancur
    – pakan alternatif alami ikan gurame, nila dll / lele sbg sumber serat
    – pakan alternatif ayam, bebek, entog
    – pakan alternatif / pengganti rumput utk sapi, kambing, kerbau, domba tanpa ngarit apalagi kemarau
    – bahan baku pupuk hijau dan kompos alami utk tanaman pekarangan, sawah, kebun, lahan gambut
    – sebagai pengurai limbah dan tanaman lahan kritis berair misal : bekas galian, air TPA sampah
    – kandungan dan kegunaan lain nya bisa cari di google

    salam hijau dan kembalikan tanah air kita sebagai mana fungsi nya tanpa bahan kimia

    WHAT APPS / TELP / SMS PASTI DIBALES : 089636503911 (asli bandung)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Choose a Rating

Keywords :
Show Buttons
Hide Buttons