Stek Tin metode tidur

Stek Tin metode tidur

Beberapa minggu kemarin, sekitar tanggal 20 November 2014, saya dapat kiriman cutting tin dari Mas “Bayu my Brow“. Jumlahnya lumayan banyak, dan terdiri dari beberapa jenis tin. Kalau tidak salah, ada Tin jenis Brown Turki, Blue Giant, Negronne, Red Israel, Purple Jordan, Medeline dan Calymirna. Sekali lagi, terima kasih to Mas Bayu my Brow!!.


Seperti yang anda lihat, stek tin yang saya dapat ukurannya pendek-pendek. Tentu sedikit lebih susah jika di stek dengan metode yang biasa (karena ukuran yang pendek), tapi masih bisa di stek kok. Jangan Khawatir!!.

Langkah pertama yang saya lakukan adalah merendam cutting tin tadi, dengan larutan ZPT merk AMG (yang saya dapat dari teman). Fungsinya ZPT adalah sesuai dengan namanya yaitu merangsang tumbuhnya akar dan tunas. Tapi khusus untuk ini, saya berharap AMG bisa merangsang pertumbuhan tunas pada batang tin, karena untuk merangsang tumbuhnya akar, kami pakai “senjata rahasia” yang lain, yaitu CLONEX Rooting Hormone.

Hari Jumat (selang satu hari), suami saya membeli CocoPeat Block, sebagai sarana untuk menumbuhkan akar dan tunas dari stek tin ini. CocoPeat Block di rendam di air, sehingga mengembang, baru bisa digunakan.

Langkah yang kami lakukan untuk stek tin dengan batang yang pendek adalah sebagai berikut :

  1. Masukkan CocoPeat yang basah (yang telah kita siapkan sebelumnya), kedalam wadah plastik yang agak tinggi.
  2. Olesi batang tin dengan Clonex Rooting Gel.
  3. Kemudian taruh cutting batang tin dengan posisi tidur.
  4. Tutupi sedikit di atas batang tersebut dengan cocopeat juga.
  5. Kemudian tutup wadah plastik tersebut, dan taruh di tempat yang teduh.
  6. Tunggu sekitar satu minggu, maka akar dan tunas akan mulai tumbuh.

Perbedaan antara Stek Tin metode Tidur yang saya lakukan dengan stek metode biasa (ditancap tegak) adalah :

  • Ukuran batang tin bisa pendek, asal ada mata tunas.
  • Akar akan keluar acak dari seluruh batang, bukan hanya batang yang bagian bawah.
  • Keluar akar akan lebih banyak, karena area yang basah dan lembab lebih banyak.
  • Tunas juga akan keluar dari mata tunas, walaupun posisi mata tunas itu sebenarnya ada di pangkal cutting tin.

Pertanyaan yang mungkin muncul di benak anda adalah,
bagaimana cara menanamnya nanti? setelah akar dan tunasnya tumbuh??

Hampir dua hari sekali saya cek kondisinya, sebelum satu minggu berselang, sudah ada beberapa batang yang muncul akar dan tunas. Berikut saya perlihatkan Foto yang saya ambil ketika stek tin berumur satu minggu.

Ada beberapa batang tin yang keluar jamur, dan tidak terdapat tanda-tanda pertumbuhan akar dan tunas. Bahkan pertumbuhan jamur yang semakin mantabh… he heh he.
Yang tumbuh jamur itu adalah stek batang tin yang saya taruh di wadah plastik yang rendah yaitu 3 wadah terbawah yang ada di sebelah kanan (lihat foto diatas).
So, disarankan menggunakan wadah plastik yang tinggi.

Cara menanam hasil stek tin metode tidur
Langkah selanjutnya adalah proses memindah batang tin yang sudah mulai bertunas dan mengeluarkan akar ke tempat lain, misal ke pot.
Untuk yang satu ini, kami tetap lebih percaya dengan metan (media tanam) merek TULUS, sebagai isi dari pot (tempat tumbuh tanaman tin). Karena dari pengalaman, tanaman tin lebih cepat tumbuh subur dengan metan merek ini.

Urutan langkahnya adalah sebagai berikut :

  • Isi pot dengan media tanam, sampai hampir penuh.
  • Kemudian taruh batang tin tetap dengan posisi tidur, usahakan mata tunas menghadap keatas.
  • Selanjutnya adalah menaburi metan diatas batang tin tersebut, tapi jangan menutupi mata tunas.
  • Siram dengan spayer.
  • Taruh di tempat teduh.

Foto batang tin yang sudah keluar akar dan tunas

Foto batang tin yang ditaruh diatas media tanam

Setelah batang tin ditaruh, ditaburi dengan media tanam lagi, sisakan mata tunas (lihat kiri atas)

Foto batang tin setelah di spray dengan air

Sekarang, tanaman tin ini sudah ada yang berumur 3 mingguan (semenjak pertama kali datang). Untuk fotonya, akan kami update lagi.

Metode ini masih bisa dibilang sebagai metode percobaan, walaupun kami sudah melakukan metode ini 2 kali dan berhasil. Jadi, perlu adanya percobaan dari teman-teman sekalian (para pembaca), dan yang lebih utama adalah testimoni dari teman-teman sekalian.

=====================================

UPDATE FOTO 12 DESEMBER 2014

Umur 1 minggu setelah di tanam di pot

Umur 2 minggu setelah ditanam di pot

Update Foto tanggal 2 Januari 2015

====================================

Sudilah kiranya berbagi hasil percobaan anda, dan share di sini (via comment).

Bila anda merasa artikel ini sangat berguna, gunakan “rating bintang” yg ada dibawah tulisan ini.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Choose a Rating

Keywords :
Show Buttons
Hide Buttons